Selasa, Juni 16, 2026

Pemuda Tani Karawang

Pemkab Karawang dan BPS...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang...

Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  – Sejumlah mantan karyawan sebuah perusahaan distributor produk permen yang beroperasi...

MUI Karawang Apresiasi Kepemimpinan...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang menyatakan dukungan penuh terhadap...

Peringati Tahun Baru Islam...

KARAWANG,PEMUDATANIKARAWANG.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448...

BEM Bersatu: Gerakan Mahasiswa Harus Kembali pada Marwah Perjuangan, Berbasis Kajian dan Bebas dari Kepentingan Politik Praktis  

JAKARTA, PEMUDATANIKARAWANG.COM  – BEM Bersatu menyampaikan pernyataan sikap terkait perkembangan dinamika gerakan mahasiswa di Indonesia yang dalam beberapa waktu terakhir dinilai mulai mengalami pergeseran arah perjuangan. Fenomena tersebut ditandai dengan munculnya berbagai aksi yang dianggap tidak lagi berlandaskan kajian yang kuat, minim argumentasi akademik, serta tidak memiliki substansi tuntutan yang jelas dan terukur, Selasa (16/6/2026).

Sebagai bagian dari elemen mahasiswa yang berkomitmen menjaga marwah gerakan intelektual dan perjuangan kerakyatan, BEM Bersatu menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral (moral force) dan kekuatan kontrol sosial (social control) yang independen, kritis, serta berpihak kepada kepentingan rakyat.

Menurut BEM Bersatu, sejarah telah membuktikan bahwa gerakan mahasiswa memiliki peran strategis dalam mengawal jalannya demokrasi, mengkritisi kebijakan publik, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, gerakan mahasiswa tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai gerakan intelektual yang lahir dari proses kajian, penelitian, dan analisis yang mendalam.

Dalam beberapa momentum terakhir, BEM Bersatu mencermati adanya kecenderungan sebagian gerakan mahasiswa yang lebih mengedepankan narasi politik dibandingkan argumentasi akademik. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas gerakan mahasiswa dan mengaburkan tujuan utama perjuangan yang seharusnya berorientasi pada penyelesaian persoalan rakyat.

BEM Bersatu menilai bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, kritik tersebut harus dibangun di atas dasar data yang valid, kajian yang komprehensif, dan solusi yang konstruktif. Gerakan mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi ruang pelampiasan kepentingan kelompok tertentu atau menjadi instrumen yang dimanfaatkan oleh aktor-aktor politik untuk mencapai tujuan kekuasaan.

“Kami menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Mahasiswa harus tetap berdiri sebagai representasi suara rakyat yang independen, objektif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Gerakan mahasiswa harus lahir dari kegelisahan intelektual dan kepedulian sosial, bukan dari agenda politik kelompok tertentu,” tegas BEM Bersatu dalam pernyataan sikapnya.

Selain menyoroti independensi gerakan mahasiswa, BEM Bersatu juga menilai sejumlah aksi yang terjadi belakangan ini mulai kehilangan arah perjuangan. Hal tersebut terlihat dari lemahnya dasar kajian yang digunakan, tidak jelasnya indikator keberhasilan tuntutan yang diajukan, serta kurangnya relevansi beberapa isu yang diangkat dengan kebutuhan mendesak masyarakat.

BEM Bersatu mempertanyakan prioritas sejumlah agenda aksi yang dinilai tidak menyentuh persoalan-persoalan fundamental yang saat ini masih menjadi tantangan bangsa. Di tengah berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, seperti akses pendidikan yang merata, peningkatan kualitas layanan kesehatan, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan kelompok rentan, mahasiswa seharusnya mampu memfokuskan energi perjuangannya pada isu-isu yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

Menurut BEM Bersatu, gerakan mahasiswa akan memiliki legitimasi yang kuat apabila mampu menghadirkan kritik yang disertai alternatif solusi. Tradisi intelektual kampus harus menjadi fondasi utama dalam setiap gerakan, sehingga mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong perbaikan kebijakan publik.

Terkait berbagai program pemerintah yang menjadi perhatian publik, BEM Bersatu secara khusus menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah melakukan pencermatan terhadap tujuan dan manfaat program tersebut, BEM Bersatu menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai memiliki dampak positif dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, mengurangi risiko stunting, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

BEM Bersatu menilai bahwa pemenuhan gizi merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat perlu didukung selama memberikan manfaat yang nyata dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Meski demikian, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis tidak berarti mengabaikan berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. BEM Bersatu menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap tata kelola program agar pelaksanaannya semakin efektif, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pengawasan yang kuat, keterbukaan informasi, serta pelibatan berbagai pihak dalam proses evaluasi dinilai penting untuk memastikan manfaat program benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.

“Kami mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis karena memiliki tujuan yang baik dan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Namun, kami juga mendorong pemerintah untuk terus melakukan perbaikan tata kelola, memperkuat pengawasan, dan memastikan program berjalan secara efektif, transparan, serta tepat sasaran,” lanjut pernyataan tersebut.

Melalui pernyataan sikap ini, BEM Bersatu mengajak seluruh elemen mahasiswa di Indonesia untuk kembali meneguhkan jati diri gerakan mahasiswa sebagai gerakan intelektual yang berlandaskan nilai-nilai keilmuan, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat. Mahasiswa harus menjadi ruang lahirnya gagasan, solusi, dan kritik yang konstruktif, bukan menjadi alat kepentingan politik praktis yang berpotensi memecah fokus perjuangan.

BEM Bersatu juga mengajak seluruh organisasi kemahasiswaan untuk memperkuat budaya diskusi, penelitian, dan kajian sebagai fondasi utama dalam merumuskan sikap maupun gerakan. Dengan demikian, setiap aksi yang dilakukan tidak hanya memiliki legitimasi moral, tetapi juga legitimasi akademik yang kuat.

Ke depan, BEM Bersatu berkomitmen untuk terus mengawal berbagai kebijakan publik secara objektif dan kritis, mendukung program-program yang berpihak kepada kepentingan rakyat, serta memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan yang memerlukan perbaikan. Sikap tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.

(Redaksi)

Artikel Lainnya

spot_img

Ketahanan Pangan

Berita Populer

Desa Tani

Tani Millenial

spot_img