KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kolaborasi antara TNI dan sektor industri. Kodim 0604/Karawang bersama PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membangun sinergi strategis dalam mendukung modernisasi sektor pertanian dan peternakan di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Kamis (07/05/2026).
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan sejumlah alat pertanian modern dari PT TMMIN kepada Kodim 0604/Karawang untuk mendukung pengembangan program ketahanan pangan berbasis masyarakat yang selama ini dijalankan di wilayah tersebut.
Bantuan yang diberikan meliputi mesin pembuat pelet pakan ternak, mesin pencacah rumput, alat tanam pertanian, serta sejumlah perlengkapan penunjang produksi lainnya. Seluruh bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas sektor pertanian maupun peternakan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung kepada Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Naryanto, dan dihadiri jajaran pimpinan PT TMMIN, Danramil 0412/Klari, perangkat desa, kelompok tani, serta unsur masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai wujud nyata kolaborasi antara TNI, dunia usaha, dan masyarakat.
Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT TMMIN atas dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan nasional. Menurutnya, keterlibatan sektor industri sangat penting dalam mempercepat transformasi pertanian modern di tingkat desa.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT TMMIN yang telah memberikan dukungan nyata melalui bantuan alat pertanian modern ini. Bantuan ini bukan hanya sekadar sarana produksi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Letkol Inf Naryanto.
Ia menjelaskan, keberadaan mesin pembuat pelet dan pencacah rumput akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak secara mandiri dengan biaya yang lebih murah dan proses yang lebih cepat. Dengan demikian, para peternak tidak lagi terlalu bergantung pada pasokan pakan dari luar daerah yang kerap mengalami kenaikan harga.
“Dengan adanya mesin ini, masyarakat dapat memproduksi pakan sendiri secara lebih efisien. Ini tentu akan menekan biaya operasional peternak sekaligus meningkatkan produktivitas usaha masyarakat,” tambahnya.
Selain sektor peternakan, bantuan alat tanam modern juga dinilai mampu mendukung percepatan pengolahan lahan pertanian sehingga proses tanam menjadi lebih efektif dan hasil produksi pertanian dapat meningkat.
Menurut Dandim, program ketahanan pangan yang dikembangkan Kodim 0604/Karawang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi semata, tetapi juga bertujuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi lokal secara optimal.
“Kami ingin membangun sistem ketahanan pangan yang kuat dari desa. Ketika desa mampu mandiri dalam produksi pangan, maka ketahanan ekonomi masyarakat juga akan semakin kokoh. Ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, pihak PT TMMIN menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor produktif.
PT TMMIN menilai sektor pertanian dan peternakan memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, perusahaan berupaya hadir memberikan kontribusi nyata melalui dukungan teknologi dan sarana produksi yang dibutuhkan masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Walahar. Kolaborasi seperti ini penting untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar perwakilan PT TMMIN.
Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan dan pengecekan langsung terhadap kesiapan penggunaan alat-alat modern tersebut. Dandim bersama jajaran PT TMMIN melihat langsung area pengembangan ketahanan pangan yang selama ini menjadi pusat kegiatan Kompi Produksi Kodim 0604/Karawang.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula diskusi terkait integrasi penggunaan alat modern dengan program pertanian dan peternakan yang sudah berjalan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Sinergi antara Kodim 0604/Karawang dan PT TMMIN ini diharapkan mampu menjadikan Desa Walahar sebagai wilayah percontohan ketahanan pangan berbasis kolaborasi antara TNI, industri, dan masyarakat. Tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan, program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap ketahanan pangan kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam membangun kemandirian bangsa dari tingkat desa.
(Emed Tarmedi)


