Senin, Mei 25, 2026

Pemuda Tani Karawang

Muhammad Sirod: Potensi Karawang...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  – Kabupaten Karawang memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional....

MBG Program Unggulan Presiden...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Desa Pinayungan,...

Figur Muda Budiana Siap...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  — Menjelang pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa atau BPD Desa Telukbuyung,...

Camat Adi Firmansyah: Menanam...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kecamatan Cikampek, Kabupaten...

Densus 88 Apresiasi Pendekatan Humanis FSPPG KSARBUMUSI dalam Pembinaan Eks Napiter

JAKARTA, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Komitmen dalam mendukung reintegrasi sosial mantan narapidana terorisme (eks napiter) terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk unsur serikat pekerja dan lembaga pelatihan kerja. Salah satu upaya nyata tersebut dilakukan oleh BLKK Teknik Pendingin Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel KSARBUMUSI (FSPPG KSARBUMUSI) yang aktif memberikan program pelatihan keterampilan atau reskilling bagi para eks napiter agar mampu kembali hidup mandiri, produktif, dan diterima di tengah masyarakat, Senin (19/5/2026).

Atas kontribusi tersebut, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri memberikan apresiasi kepada FSPPG KSARBUMUSI yang dinilai konsisten mendukung program pembinaan dan pemberdayaan eks napiter melalui pendekatan humanis berbasis peningkatan kompetensi kerja.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Densus 88 AT Irjen Pol. Sentot Prasetyo bersama Direktur Identifikasi dan Sosialisasi (Dir Idensos) Densus 88 AT Brigjen Pol. Arif Machfudiarto kepada Djoko Wahyudi dan Fadly Rahman atas dedikasi dan peran aktif mereka dalam meyÿmbina para peserta pelatihan.

Program pelatihan yang dilaksanakan BLKK FSPPG KSARBUMUSI berfokus pada penguatan keterampilan teknis di bidang pendingin dan tata udara. Para peserta dibekali kemampuan instalasi AC, perawatan dan maintenance, troubleshooting kerusakan, hingga teknik brazing yang menjadi salah satu keahlian penting dalam pekerjaan teknisi pendingin.

Tidak hanya menerima pembelajaran teori di dalam kelas, peserta juga dilibatkan secara langsung dalam praktik lapangan. Mereka melakukan kegiatan servis dan perawatan AC di sejumlah rumah ibadah seperti masjid, mushola, hingga gereja. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena peserta tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun interaksi sosial serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan masyarakat.

Menurut Densus 88 AT, pendekatan pembinaan melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung proses reintegrasi sosial eks napiter. Dengan memiliki keterampilan kerja yang nyata, para peserta diharapkan mampu memperoleh penghasilan secara mandiri sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dan lingkungan sosialnya.

Selain meningkatkan kemampuan kerja, program tersebut juga memiliki nilai sosial yang kuat karena menanamkan semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong di tengah masyarakat yang majemuk. Melalui keterlibatan langsung dalam pelayanan sosial di rumah ibadah lintas agama, para peserta diajak membangun kembali rasa percaya diri serta hubungan positif dengan masyarakat.

Kadensus 88 AT Irjen Pol. Sentot Prasetyo menilai dukungan berbagai elemen masyarakat sangat penting dalam keberhasilan proses reintegrasi eks napiter. Menurutnya, pelatihan dan pembinaan yang dilakukan akan berjalan lebih optimal apabila diikuti dengan penerimaan sosial dari masyarakat luas.

“Keberhasilan reintegrasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat memberikan ruang, kesempatan, dan kepercayaan bagi mereka untuk kembali hidup normal serta berkontribusi secara positif,” ujarnya.

BLKK FSPPG KSARBUMUSI sendiri diketahui telah melaksanakan program pelatihan bagi eks napiter sebanyak tiga angkatan dengan total peserta mencapai 30 orang. Setiap peserta mendapatkan pembekalan keterampilan teknis, motivasi kerja, pembinaan mental, hingga pendampingan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.

Program ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi para peserta sehingga mereka memiliki daya saing dan kesempatan kerja yang lebih baik. Selain itu, keberadaan program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang inklusif, aman, harmonis, dan jauh dari potensi munculnya kembali paham radikal.

FSPPG KSARBUMUSI menegaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bentuk komitmen nyata organisasi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari gerakan serikat pekerja, FSPPG KSARBUMUSI tidak hanya fokus pada isu ketenagakerjaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu menciptakan stabilitas sosial dan masa depan bangsa yang lebih baik.

Melalui kolaborasi antara Densus 88 AT, lembaga pelatihan kerja, dan masyarakat, diharapkan para eks napiter dapat benar-benar memperoleh kesempatan kedua untuk membangun kehidupan baru yang mandiri, damai, dan produktif di tengah kehidupan bermasyarakat.

(Emed Tarmedi)

Artikel Lainnya

spot_img

Ketahanan Pangan

Berita Populer

Desa Tani

Tani Millenial

spot_img