KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat langkah strategis dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern, terpadu, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui rapat pengembangan kegiatan Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) serta pembahasan rencana tindak lanjut berbagai isu penting pada periode extension project bersama pemerintah pusat, World Bank, dan perangkat daerah terkait yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Selasa (12/5/2025).
Rapat tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karawang dengan Kementerian/Lembaga serta lembaga internasional guna mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Karawang.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sekretaris Baperida Karawang, perwakilan Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, World Bank, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, serta unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menghadirkan kualitas lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu isu strategis yang harus ditangani secara serius karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa kapasitas fiskal Kabupaten Karawang mengalami peningkatan dari 36 persen menjadi 42 persen. Peningkatan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat berbagai program prioritas, termasuk optimalisasi sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Karawang.
“Peningkatan kapasitas fiskal ini diharapkan mampu memperkuat dukungan pembiayaan terhadap pembangunan infrastruktur dan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki komitmen kuat dalam mendukung program nasional penanganan sampah sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia.
Menurut Bupati, persoalan sampah saat ini tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan biasa, melainkan tantangan besar yang membutuhkan kerja sama lintas sektor serta dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia internasional, hingga masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Karawang serius dalam menangani persoalan sampah. Pengelolaan sampah harus dilakukan secara optimal mulai dari hulu hingga hilir. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” kata Bupati Aep.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Karawang terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai yang dapat memicu pencemaran dan banjir.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mendukung kebutuhan infrastruktur dan operasional di sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Salah satu bentuk dukungan konkret yang akan dilakukan adalah pembangunan akses jalan menuju TPST yang telah masuk dalam anggaran perubahan tahun 2026. Menurutnya, akses infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional pengelolaan sampah.
“Kami ingin memastikan seluruh infrastruktur pendukung dapat berjalan maksimal. Akses jalan menuju TPST sudah kami siapkan dalam anggaran perubahan tahun 2026 agar pelayanan pengelolaan sampah semakin optimal,” ungkapnya.
Bupati Aep juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini terus memberikan dukungan kepada Kabupaten Karawang, khususnya World Bank, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat.
Ia menilai dukungan tersebut menjadi bukti nyata adanya perhatian dan kolaborasi besar dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan di Karawang.
Dalam rapat tersebut, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa dukungan dari World Bank tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dukungan tersebut meliputi penguatan aspek sanitasi, tata kelola kelembagaan, pembentukan UPTD BLUD, legalisasi regulasi, hingga penerapan tarif retribusi sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri.
Langkah tersebut dinilai penting agar sistem pengelolaan sampah di daerah dapat berjalan lebih profesional, mandiri, dan memiliki keberlanjutan jangka panjang.
Sementara itu, perwakilan World Bank menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin baik antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menangani persoalan sampah.
Menurutnya, kehadiran seluruh pihak dalam rapat tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah dan pembangunan lingkungan yang lebih baik.
Disebutkan pula bahwa proyek ISWMP akan berlangsung hingga Mei 2027. Program tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu model pengelolaan sampah terpadu yang efektif di kawasan regional dan metropolitan.
Bappenas juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan proyek percontohan pengelolaan sampah di Kabupaten Karawang yang dinilai berjalan cukup baik.
Terutama dalam upaya pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir serta dukungan regulasi daerah terhadap pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang menjadi bagian penting dalam penguatan sistem layanan pengelolaan sampah.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyampaikan apresiasi karena Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah Kabupaten Karawang telah resmi diterbitkan.
Saat ini, pemerintah daerah tengah menyusun regulasi turunan yang ditargetkan selesai pada minggu keempat sebelum memasuki proses harmonisasi lebih lanjut.
Penyesuaian tarif BLUD nantinya juga akan mengacu pada ketentuan Kemendagri agar pelayanan pengelolaan sampah dapat berjalan efektif, profesional, dan sesuai regulasi nasional.
Di akhir kegiatan, Bupati Karawang kembali menegaskan optimismenya bahwa seluruh tahapan proyek dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Karawang.
Ia berharap sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, World Bank, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus terjaga demi mewujudkan Karawang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis pengelolaan sampah di Kabupaten Karawang akan semakin baik. Tujuan akhirnya adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman,” tutup Bupati Aep.
(Emed Tarmedi)


