Senin, Mei 25, 2026

Pemuda Tani Karawang

Muhammad Sirod: Potensi Karawang...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  – Kabupaten Karawang memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional....

MBG Program Unggulan Presiden...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Desa Pinayungan,...

Figur Muda Budiana Siap...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  — Menjelang pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa atau BPD Desa Telukbuyung,...

Camat Adi Firmansyah: Menanam...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kecamatan Cikampek, Kabupaten...

Kirab Mahkota Binokasih Semarakkan Milangkala Tatar Sunda di Karawang, Ribuan Warga Padati Alun-Alun

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Suasana penuh khidmat, semarak, dan sarat nilai budaya mewarnai perhelatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda dan penyerahan Mahkota Binokasih di Kabupaten Karawang pada Sabtu malam (9/5/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati kawasan Jalan Ir. H. Juanda hingga Alun-Alun Karawang untuk menyaksikan secara langsung salah satu agenda budaya terbesar yang digelar Pemerintah Kabupaten Karawang dalam upaya melestarikan warisan budaya Sunda.

Kegiatan budaya tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya daerah sekaligus membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan tradisi leluhur Sunda di tengah perkembangan zaman modern.

Kirab budaya ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., Wakil Bupati Karawang, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, unsur Forkopimda, tokoh adat, budayawan, seniman, komunitas budaya, hingga berbagai elemen masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang telah berdatangan untuk menyaksikan kedatangan Mahkota Binokasih, pusaka peninggalan Kerajaan Sunda yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi bagi masyarakat Tatar Sunda. Kehadiran pusaka tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung simbol kebesaran budaya Sunda yang selama ini dikenal sebagai bagian penting dari sejarah peradaban Nusantara.

Sepanjang jalur kirab menuju Alun-Alun Karawang, masyarakat tampak antusias memenuhi sisi jalan sambil menyaksikan iring-iringan budaya yang berlangsung tertib dan meriah. Nuansa adat Sunda terasa begitu kental melalui penampilan berbagai kesenian tradisional, alunan musik khas Sunda, doa-doa adat, hingga penampilan para budayawan dan tokoh adat yang turut mengiringi perjalanan Mahkota Binokasih menuju pusat kegiatan.

Kirab budaya tersebut juga menghadirkan suasana sakral dan penuh makna. Tidak hanya menjadi tontonan budaya, kegiatan itu sekaligus menjadi media edukasi sejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap mengenal akar budaya dan nilai-nilai luhur warisan leluhur Sunda.

Mahkota Binokasih sendiri sebelumnya menjalani perjalanan spiritual dari Bogor sebelum akhirnya tiba di Kabupaten Karawang sebagai bagian dari rangkaian perjalanan budaya di wilayah Tatar Sunda. Kehadirannya di Karawang disambut hangat oleh masyarakat dan pemerintah daerah sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan kebesaran budaya Sunda.

Puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan Mahkota Binokasih dari Keraton Sumedang Larang kepada Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan menjadi simbol kuat hubungan antara sejarah budaya Sunda dengan semangat pembangunan daerah masa kini.

Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa filosofi “Binokasih” memiliki makna mendalam tentang kasih sayang, kebersamaan, serta hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam proses pembangunan daerah.

Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam filosofi Binokasih sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam membangun Kabupaten Karawang yang maju namun tetap menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal.

“Kehadiran Binokasih di Kabupaten Karawang menjadi pengingat bahwa pemimpin dan masyarakat harus saling menguatkan dalam semangat kasih sayang, persatuan, dan kebersamaan. Nilai-nilai budaya ini harus terus dijaga sebagai pondasi moral dalam membangun daerah,” ujar Bupati Aep.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung pelestarian budaya daerah melalui berbagai program seni, tradisi, dan penguatan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas dan kekuatan bangsa. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus hadir mendukung pelestarian budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Bupati Aep juga berharap kegiatan kirab budaya tersebut mampu memperkuat semangat persatuan masyarakat sekaligus menjadi energi positif dalam mewujudkan Karawang yang unggul, makmur, dan sejahtera.

Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan bahwa budaya Sunda masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Banyak warga yang rela datang sejak sore hari demi menyaksikan langsung prosesi budaya yang dinilai jarang terjadi di Kabupaten Karawang.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial masyarakat melalui semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap budaya daerah.

Kirab Mahkota Binokasih sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya leluhur di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi. Pemerintah Kabupaten Karawang berharap nilai-nilai luhur Sunda seperti Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh dapat terus tertanam dalam kehidupan masyarakat serta menjadi landasan dalam menjaga harmoni sosial, persatuan, dan kebersamaan di Kabupaten Karawang.

(Emed Tarmedi)

Artikel Lainnya

spot_img

Ketahanan Pangan

Berita Populer

Desa Tani

Tani Millenial

spot_img