Senin, Mei 25, 2026

Pemuda Tani Karawang

MBG Program Unggulan Presiden...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Desa Pinayungan,...

Figur Muda Budiana Siap...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  — Menjelang pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa atau BPD Desa Telukbuyung,...

Camat Adi Firmansyah: Menanam...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kecamatan Cikampek, Kabupaten...

Dukung KEM-PPKF 2027, Aspebindo...

JAKARTA, PEMUDATANIKARAWANG.COM — Asosiasi Pemasok Energi, Batubara, dan Mineral Indonesia atau Aspebindo menyampaikan...

Muhammad Sirod: Potensi Karawang Besar untuk Dukung Agenda Gizi, Pangan, dan Ekonomi Rakyat  

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  – Kabupaten Karawang memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Sebagai daerah industri, lumbung pangan, sekaligus kawasan dengan potensi ekonomi rakyat yang besar, Karawang dinilai memiliki peran penting dalam menyukseskan berbagai program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi antara Emed Tarmedi, PMO Kementerian Koperasi Kabupaten Karawang sekaligus Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang, bersama Muhammad Sirod, Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional yang juga merupakan mantan Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Diskusi tersebut membahas pentingnya kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, koperasi, petani, pelaku usaha, serta masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Karawang. Sinergitas tersebut dinilai sejalan dengan visi Karawang Maju serta arah kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan pemerataan pembangunan.

Emed Tarmedi menyampaikan bahwa Karawang merupakan daerah yang memiliki modal besar untuk menjadi salah satu penopang utama pembangunan nasional. Selain dikenal sebagai kawasan industri terbesar, Karawang juga memiliki sejarah panjang sebagai daerah pertanian dan lumbung padi nasional.

Menurutnya, dua kekuatan besar tersebut harus mampu berjalan beriringan. Pertumbuhan industri harus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, sementara sektor pertanian dan koperasi harus terus diperkuat agar ekonomi rakyat tidak tertinggal.

“Karawang memiliki posisi yang sangat strategis. Di satu sisi kita adalah daerah industri, di sisi lain Karawang juga memiliki kekuatan besar di sektor pertanian. Ini harus dikelola melalui kolaborasi yang kuat agar mampu mendukung program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam ketahanan pangan, koperasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Emed Tarmedi.

Ia menegaskan, koperasi memiliki peran penting sebagai instrumen ekonomi kerakyatan. Melalui koperasi, petani, pelaku UMKM, pemuda, dan masyarakat kecil dapat memiliki wadah ekonomi yang lebih kuat, terorganisir, dan berdaya saing.

Emed juga menilai, penguatan koperasi di Karawang harus diarahkan untuk mendukung rantai produksi pangan, distribusi hasil pertanian, pengembangan usaha masyarakat, hingga peningkatan nilai tambah produk lokal.

“Koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Petani tidak boleh hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi harus bisa naik kelas melalui pengolahan, pemasaran, dan kelembagaan ekonomi yang kuat,” katanya.

Sebagai Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Karawang, Emed Tarmedi juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, generasi muda harus mulai melihat sektor pertanian sebagai sektor masa depan yang menjanjikan, terutama jika dikembangkan dengan teknologi, inovasi, akses pembiayaan, dan dukungan kebijakan yang tepat.

Ia menyebut, program strategis nasional di bidang ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan aktif petani muda. Karawang sebagai daerah agraris memiliki peluang besar untuk menjadi contoh daerah yang mampu menggabungkan kekuatan pertanian tradisional dengan pendekatan modern.

“Pemuda tani harus hadir sebagai motor perubahan. Kita ingin pertanian Karawang tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi sektor yang modern, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ucapnya.

Sementara itu, Muhammad Sirod menyampaikan bahwa arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membutuhkan dukungan kuat dari daerah. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga oleh kesiapan daerah dalam membangun sinergi dan menjalankan program secara konkret di lapangan.

Sebagai Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional, Muhammad Sirod menilai Karawang memiliki peran penting dalam mendukung agenda besar peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui program pemenuhan gizi masyarakat dan penguatan ketahanan pangan lokal.

“Program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto membutuhkan dukungan daerah. Karawang punya potensi besar, baik dari sisi pangan, industri, koperasi, maupun sumber daya manusia. Jika semua unsur bersinergi, Karawang bisa menjadi salah satu daerah penting dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional,” ujar Muhammad Sirod.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan gizi masyarakat tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan pangan yang kuat. Karena itu, sektor pertanian, koperasi, dan ekonomi lokal harus menjadi bagian dari ekosistem besar pembangunan gizi nasional.

Menurutnya, program seperti Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan dan kualitas anak-anak Indonesia, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi daerah jika melibatkan petani, koperasi, UMKM, dan pelaku usaha lokal.

“Ketika program gizi berjalan dengan baik dan terhubung dengan potensi lokal, maka manfaatnya akan berlipat. Anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, petani mendapat pasar, koperasi bergerak, UMKM tumbuh, dan ekonomi daerah ikut berkembang,” jelasnya.

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya Kabupaten Karawang dalam mendukung visi besar Indonesia menuju kemandirian pangan. Dengan luas lahan pertanian, sumber daya petani, serta dukungan infrastruktur dan industri, Karawang dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi daerah percontohan kolaborasi antara sektor pangan, koperasi, industri, dan program gizi nasional.

Emed Tarmedi menambahkan, pembangunan Karawang ke depan harus diarahkan agar selaras dengan kebijakan nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat daerah. Menurutnya, visi Karawang Maju harus diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, serta keberpihakan terhadap masyarakat kecil.

“Visi Karawang Maju harus kita dukung bersama. Pembangunan harus menyentuh petani, pelaku UMKM, pemuda, koperasi, dan masyarakat desa. Dengan begitu, kemajuan Karawang benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Ia juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci penting. Program nasional yang masuk ke Karawang harus mampu dikawal dengan baik agar tepat sasaran, memberi manfaat luas, serta memperkuat pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Emed Tarmedi dan Muhammad Sirod sepakat bahwa Karawang membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Mulai dari persoalan ketahanan pangan, peningkatan kualitas gizi, penguatan koperasi, pemberdayaan petani muda, pengembangan UMKM, hingga pemerataan ekonomi masyarakat.

Keduanya juga menilai, Karawang tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah industri, tetapi juga harus tampil sebagai daerah yang mampu menjaga kekuatan pangan, mengembangkan ekonomi rakyat, dan mencetak sumber daya manusia unggul.

Diskusi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi strategis antar tokoh, lembaga, dan elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Karawang. Melalui kolaborasi yang kuat, Karawang diharapkan mampu menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, produktif, dan berkontribusi nyata terhadap program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.

Dengan potensi besar yang dimiliki, Karawang dinilai dapat menjadi salah satu daerah kunci dalam mendukung agenda nasional, terutama pada sektor ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, pemberdayaan koperasi, serta penguatan ekonomi kerakyatan.

“Karawang harus menjadi bagian penting dari keberhasilan program strategis nasional. Dengan kolaborasi yang kuat, kita yakin Karawang mampu bergerak lebih maju dan memberikan kontribusi besar bagi Indonesia,” tutup Emed Tarmedi.

(Redaksi)

Artikel Lainnya

spot_img

Ketahanan Pangan

Berita Populer

Desa Tani

Tani Millenial

spot_img