Minggu, Juni 21, 2026

Pemuda Tani Karawang

Wabup H. Maslani Resmi...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor...

Petani dan Pedagang Gelar...

JAKARTA, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah...

Bupati Aep Lantik 151...

KARAWANG, PEMUDATANIKARAWANG.COM  – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata...

Aliansi Masyarakat Jakarta Timur...

JAKARTA, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Aliansi Masyarakat Jakarta Timur menggelar aksi damai di kawasan Patung...

Ketua TIDAR Kabupaten Bekasi dan Alumni Trisakti Apresiasi Aksi Mahasiswa di DPR RI: Kritik Harus Menjadi Energi Perbaikan Bangsa  

BEKASI, PEMUDATANIKARAWANG.COM – Ketua TIDAR Kabupaten Bekasi, Dhieto Yama Indriyana, S.H., yang juga merupakan alumni Universitas Trisakti, menyampaikan apresiasi terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Universitas Trisakti di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (19/6/2026). Menurutnya, aksi yang membawa berbagai isu strategis nasional tersebut merupakan bagian dari tradisi intelektual dan demokrasi yang selama ini melekat dalam sejarah panjang Universitas Trisakti.

Dhieto menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kekuatan moral (moral force), agen perubahan (agent of change), sekaligus pengawas sosial (social control) yang bertugas mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa harus dihormati sebagai hak konstitusional warga negara dalam sistem demokrasi.

“Saya mengapresiasi adik-adik mahasiswa Universitas Trisakti yang telah menyampaikan aspirasi dan pandangan kritisnya terhadap berbagai persoalan bangsa. Apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin oleh konstitusi dan menjadi salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Dhieto Yama Indriyana, Jumat (20/6/2026).

Sebagai alumni Universitas Trisakti, Dhieto mengaku memahami betul semangat perjuangan yang selalu diwariskan kepada mahasiswa Trisakti. Kampus tersebut memiliki catatan sejarah yang kuat dalam perjalanan demokrasi Indonesia, termasuk dalam memperjuangkan reformasi dan mengawal berbagai kebijakan publik agar tetap berada dalam koridor kepentingan rakyat.

Menurutnya, aksi mahasiswa yang mengusung tema “Tritura Kembali” menunjukkan adanya perhatian serius generasi muda terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi bangsa, mulai dari isu ekonomi, efektivitas program pemerintah, tata kelola pemerintahan, hingga persoalan supremasi sipil dan demokrasi.

“Mahasiswa memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan politik. Ketika mereka turun ke jalan menyampaikan aspirasi, hal tersebut menunjukkan adanya kepedulian terhadap masa depan bangsa. Aspirasi tersebut harus didengar, dipahami, dan dijadikan bahan evaluasi oleh seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Dhieto menilai kritik yang disampaikan mahasiswa seharusnya tidak dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan sebagai masukan yang konstruktif dalam rangka memperbaiki kualitas kebijakan publik. Dalam negara demokrasi, kritik merupakan bagian dari mekanisme kontrol yang sehat untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan nasional membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah, DPR, akademisi, organisasi kepemudaan, serta mahasiswa. Oleh karena itu, ruang dialog yang terbuka dan komunikatif harus terus dibangun agar perbedaan pandangan dapat menghasilkan solusi yang produktif.

“Mahasiswa adalah aset bangsa. Mereka bukan lawan pemerintah, melainkan mitra strategis dalam proses pembangunan nasional. Pemerintah perlu membuka ruang komunikasi yang luas sehingga setiap kritik dan masukan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.

Terkait salah satu tuntutan mahasiswa yang meminta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah, Dhieto menilai evaluasi merupakan hal yang wajar dan bahkan diperlukan dalam setiap pelaksanaan program publik. Menurutnya, setiap kebijakan harus terus dievaluasi agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.

“Evaluasi merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik. Program apa pun, termasuk program-program strategis nasional, tentu harus terus dievaluasi untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dhieto mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk tetap menjaga marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan moral dan intelektual yang berbasis data, kajian akademik, serta kepentingan rakyat. Ia berharap setiap aksi yang dilakukan mampu menghadirkan gagasan dan solusi yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

“Kita ingin mahasiswa tetap menjadi kelompok intelektual yang kritis, independen, dan solutif. Kritik yang disampaikan harus dibangun di atas argumentasi yang kuat, data yang valid, serta semangat untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar menimbulkan kegaduhan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dhieto juga mengapresiasi aparat keamanan yang mengawal jalannya aksi sehingga dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif. Ia berharap tradisi penyampaian aspirasi secara damai dapat terus dijaga sebagai bentuk kedewasaan demokrasi Indonesia.

Menurutnya, demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang mampu memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat sekaligus menjaga stabilitas nasional. Oleh sebab itu, semua pihak perlu saling menghormati perbedaan pandangan serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan.

“Indonesia dibangun melalui semangat persatuan, musyawarah, dan gotong royong. Kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat harus menjadi energi positif untuk memperkuat demokrasi dan mempercepat kemajuan bangsa. Saya berharap mahasiswa terus menjadi penjaga nurani rakyat dan pemerintah terus membuka diri terhadap berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat,” pungkas Dhieto Yama Indriyana.

(Emed Tarmedi)

Artikel Lainnya

spot_img

Ketahanan Pangan

Berita Populer

Desa Tani

Tani Millenial

spot_img